Rabu, 12 Desember 2012

Mahasiswa dan Organisasi


Mahasiswa dan Organisasi
Bangganya menjadi mahasiswa,satu-satunya title maha yang disematkan untuk manusia. Memasuki dunia kampus,seakan-akan kita dihadapkan oleh suatu kebiasaan yang terasa asing. Dimulai dengan prosesi oscaar yang banyak menimbulkan pro kontra,audisi untuk bermacam-macam UKM,serta pengenalan berbagai organisasi. Jadwal kuliah juga tidak teratur tatkala kita masih berada di bangku SMA dulu. Adaptasi yang baik amat diperlukan untuk segala aktivitas baru ini. Salah satu kegiatan yang dapat membangkitkan gelora nasionalisme para mahasiswa ialah mngikuti organisasi.
Awalnya,banyak mahasiswa baru yang mengira bahwa mengikuti organisasi hanyalah membuang-buang waktu. Banyak juga yang berpendapat bahwa mahasiswa yang mengikuti organisasi,kuliah akan molor alias tidak tepat waktu alias jadi mahasiswa abadi dan hanya bisa turun ke jalan untuk melakukan demo yang diselingi dengan anarki. Namun sebelum anda memiliki pendapat seperti itu,masuki dunia organisasi terlebih dahulu. Faktanya,mahasiswa yang aktif dalam suatu organisasi memiliki banyak kontribusi di kampus. IP mereka juga tak kalah dengan mahasiswa lainnya. Aktivis,itulah sebutan yang ditujukan untuk para mahasiswa yang aktif dalam organisasi.
Sebenarnya para aktivis tak serta merta langsung turun ke jalan untuk melakukan orasi. Mereka juga memiliki beberapa landasan yang digunakan sebelum memutuskan suatu perkara. Pertama ialah landasan berpijak yang berguna dalam menentukan setiap gerak langkah dan kebijakan yang harus dilakukan. Kedua ialah landasan berpikir yang berguna untuk mengolah pendapatyang ada terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi. Ketiga yaitu sumber motivasi yang menjadi pendorong bagi anggota agar bergerak sesuai dengan nilai yang terkandung didalamnya.
Pada dasarnya,seorang mahasiswa ialah agen of change,agen of control,iron stock,and event grade. Berbicara mengenai hal ini mengingatkan kita akan peristiwa reformasi. Peran mahasiswa ketika itu tak perlu dipertanyakan. Mereka rela mengorbankan jiwa dan raganya demi kesejahteraan rakyat. Segala perjuangan berdarah mereka berhasil dalam mengubah sistem pemerintahan pada masa itu. Untuk masa sekarang,saatnya kita yang meneruskan perjuangan mereka. Jika anda memiliki keinginan untuk terjun dalam dunia organisasi,jangan setengah-setengah dalam menjalankannya. Jadilah seorang aktivis yang mampu menjunjung kebenaran di masyarakat. Meskipun tak mengikuti organisasi maupun tak memasuki ranah demo,kita dapat berperan dalam masyarakat dengan cara menuangkan segala aspirasi maupun opini kita dalam tulisan.
Saat ini tersiar kabar bahwa banyak mahasiswa yang melakukan aksi tawuran. Bukannya antar kampus,melainkan antar fakultas hingga menimbulkan korban jiwa. Lantas jika kita tidak dapat menjaga kerukunan antar mahasiswa di suatu kampus,perlu dipertanyakan peran kita sebagai agen of control. Perlu dipertanyakan pula peran kita dalam menjaga hubungan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat, Kejadian ini dapat mencoreng nama baik mahasiswa di mata masyarakat.
Awal memasuki dunia kampus, senior kita juga selalu menegaskan bahwa saat ini kita bukan lagi seorang siswa. Kita adalah mahasiswa yang dapat melakukan suatu perubahan dalam ranah politik di Indonesia yang itu merupakan peran kita sebagai agen of change. Menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila juga tidak boleh dilupakan. Jadilah seorang mahasiswa yang aktif serta memiliki kontribusi dalam sosial masyarakat.









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar